16 April 2014

Aplikasi Anak Cerdas Brantas Malas


Sebagai gadis remaja menginjak dewasa dan kuliah diperguruan tinggi, Impian saya cuman satu kala itu menjadi wanita karier yang sukses di bidang Informasi Teknologi. Gayung bersambut, saya diterima di salah satu kantor PJTKI di Surabaya. Impian melanjutkan kuliah S2 di bidang Infomasi teknologi di India terencana dengan baik, menikah dan memiliki seorang anak. Meski kuliah pascasarjana terbengkalai, saya menikmati kehidupan sebagai seorang Ibu.

Impian berkakrier memberontak dalam hati, hingga saya memutuskan untuk kembali ke dunia karier. Alhamdullilah semua berjalan lancar, saya dipercaya oleh sebuah perusahaan IT di Surabaya menjadi seorang Manager. Semua terlihat “sempurna” dibalik pandangan mata, tapi tidak didalam rumah.

Si kecil setiap hari menghabiskan waktu bersama neneknya dirumah. Dalam sehari saya hanya bertemu 3 jam saja, 1 jam dipagi hari dan 2 jam setelah pulang kerja. Terkadang meeting perusahaan tak dapat dihindari dan saya sering pulang malam kala si kecil terlelap dalam tidur. Tidak cukup disitu, si kecil sering mengalami batuk dan hidung meler dikarenakan alergi terhadap protein susu.

Dokter menyarankan agar si kecil tidak banyak beraktifitas karena akan memperparah batuk yang membuat badan si kecil terlalu kurus dengan nafas ter engah engah. Sebagai seorang Ibu sibuk bekerja, pilihan saya cuman satu waktu itu. Menyediakan banyak game termasuk game online yang sudah saya setting sebelumnya.

Alhasil, setelah pulang dari sekolah dia langsung bermain game seharian. Tidak mau bersosialisasi dengan teman disekolah maupun sekitar rumah. Tersenggol sedikit saja oleh teman sekelas, langsung marah dan pertengkaran tak dapat terelakkan. Mulai membantah dan malas malasan untuk melakukan kegiatan.

Dia hanya beranjak ketika perlu ke kamar mandi, selebihnya dia menguasai semua gerak tangan dan keyboard game di laptop, hafal dengan tata letak tanpa melihatnya. Mengetahui setiap langkah semua game termasuk game pertempuran, balapan atau sekedar mengumpulkan point. Tak pelak, dia malas belajar.

Belajar bagaikan ‘hantu’ bergetanyangan, momok menakutkan dan siap mengganggu segala kesenanganya. Acara belajar selalu dimulai dengan pertengkaran, adu argumentasi,  nangis, marah dan segala hal yang membuat saya menyerah dan membiarkan dia bermain game hingga terlelap tidur. Gejolak sisi keibuan dan  keegoisan untuk berkarir bagaikan dilema simalakama. Sebesar apapun saya berusaha yang terbaik untuk menyeimbangkan antara rumah dan karier, Jujur sisi keluarga selalu dikorbankan karena sebagian besar waktu habis di kantor.

Pergolakan bertahun tahun berakhir dengan sebuah keputusan besar untuk berhenti bekerja dan memutuskan memiliki usaha sendiri dirumah. Meskipun hasilnya tidak seberapa tapi ‘investasi’ kehidupan saya terselamatkan, masa depan anak. Pendekatan perlahan saya mulai dengan bermain game bersamanya kemudian pembatasan waktu bermain hingga membuat mainan bersama dari kertas atau kreasi lainnya.

Dalam tablet dan laptop saya install permainan edukasi, kebetulan dia suka sekali dengan pelajaran matematika dan mau belajar. Saya alihkan perhatian ke Tablet, disusul dengan mematikan koneksi  game online di laptop.

Saya menghargai setiap perubahan. Saya coba Install berbagai macam game edukasi, perlahan tapi pasti dia mulai tertarik dan mulai bertanya ini itu, Alhamdullilah. Semua saya jawab dengan lantang dan candaan. Terkadang saya menyuapinya disela ‘permainan’ berlangsung.

Berbagai macam jenis buku dengan gambar unik masuk kedalam kantong belanja. Berburu Informasi di Internet tentang Game Aplikasi edukasi, yang paling anak saya sukai adalah Aplikasi Anak Cerdas. Gelak tawa membahana melihat ‘maskot si kecil’ nan lucu pakai toga ala anak kuliah, kita nginstallnya barengan biar tambah seru dan menambah geliat ketertarikannya.

Waktu progress download berlangsung dia komentar positif ‘Kok lama Amy?’ pertanda dia nggak sabar mainin 'game cerdas'. Selesai install, mata si kecil berbinar dan berseloroh ‘Wow wow wow there is so banyak game Yaar’. Yah, si kecil memang belajar banyak bahasa, mulai Indonesia, English, urdu, Hindi  dan sedikit bahasa Jawa jadilah keseharin ngomongnya campuran.

Sejuta jempol untuk AplikasiAnak Cerdas yang menawarkan banyak fitur dan pilihan. Kita bisa milih berbagai mata pelajaran sesuai dengan kelas si Kecil, Kebetulan saat ini berusia 7 tahun. Meskipun dia sudah naik kelas dua, pertama kali saya coba pelajaran kelas satu dulu untuk merivew pelajaran yang lalu.

Petunjuk cara pengunaan tersaji dengan lengkap dan mudah dimengerti. Mulai dari Kunci jawaban, daftar soal dan bisa berpindah ke soal atau latihan lainnya hingga mengulang lagi. Salah satu fitur kerennya nyimpen semua hasil pembelajaran anak. Nih fitur penting sekali, Karena memberikan hasil report soal yang dikerjakan, kita juga menganalisa kemampuan anak melalui jawaban atau raport yang tersimpan. Misal nih, dari jawaban seluruh soal, kita bisa tahu salahnya point apa? benarnya di point apa? atau pelajaran apa? Brasa jadi orang tua plus guru dirumah.

Tak cukup disitu saja, Aplikasi dilengkapi dengan fitur Level kemampuan, sama seperti game yang dia mainin selama ini. Semakin tinggi level, semakin bertambah kemampuannya. Soal soal dan semua ‘kunci’ level bagaikan tolak ukur kecerdasan dan ketelitian anak dalam belajar. Jika anak bisa menjawab dengan betul 16 dari 20 pertanyaan maka secara otomatis kunci next level terbuka.

Setiap Bab terdiri atas 3 level, jika semua level telah terlewati dengan baik maka lanjut ke Bab selanjutnya, semakin tinggi level yang terlalui semakin tinggi pula kemampuan si kecil. Di box level akan tertera perolehan nilai anak kita, keren habis. Mirip dengan level game permainannya, jadilah si kecil antusias dan betah melahap semua pertanyaan yang disodorkan.

Pengalaman ketika menggunakan program ini, terutama hitung menghitung. Kalau biasanya si kecil menggunakan kertas untuk menghitung penjumlahan, dalam Aplikasi ini anak saya langsung menghitung secara mental, lop poll ama nih Aplikasi.

Ada empat mata perlajaran yang tersaji yakni Matematika, Sains, Bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Tentu saja, si kecil paling sering memainkan ‘game’ Matematika hingga level tertinggi dan menuju BAB berikutnya. Tak sabar nungguin si kecil ngerjakan soal matematika melebihi kelas dia duduk sekarang. Game dengan nuansa edukasi memberantas kemalasan dan menarik mata hatinya untuk bermain sambil belajar.

Aplikasi inimembantu para gadgeter kecil untuk memaksimalkan gerak tubuh, berpikir cepat dan menambah kecerdasan si kecil. Aplikasi Anak cerdas Solusi Belajar yang Aman dan Menyenangkan. Bravo!!! semoga kedepannya bisa menambah fitur beserta mata pelajaran lain dan kita para emak siap membantu. Selamat mencoba.

Postingan blog ini diikutsertakan dalam lomba blog aplikasi Anak Cerdas kerja sama Kumpulan Emak Blogger dan Acer Indonesia